By ismailwellid

ETIKA DALAM BERDO’A

Oleh :

Ismail Wellid

                                                                               

            Manusia  tidak akan terlepas dari liku-liku kehidupan. Terkadang bahagia, terkadang sedih. Ada kalanya masa sukses, ada juga masa gagal. Suatu waktu mengalami kemudahan, di waktu lain berurusan dengan kesulitan. Setiap orang pasti akan mengalami romantika kehidupan. Baik dikala susah atau senang, tabi’at manusia untuk berbagi dengan sesama tentang kehidupannya. Satu sama lain saling membutuhkan dan melengkapi. Khusus ketika mengalami kesedihan, manusia sangat membutuhkan bantuan orang lain untuk mengatasi kesulitan hidupnya,walaupun tidak setiap orang memiliki kesadaran kepedulian terhadap yang lain. Bahkan terkadang permohonan kita tidak didengar atau langsung ditolak seketika. Dalam hal ini, Allah selaku Sang Pencipta sangat membuka pintu lebar-lebar untuk menerima keluh kesah hamba-Nya, bahkan Allah akan murka kepada hamba-Nya yang tidak pernah berdo’a atau berdo’a selain kepada Allah. Berbeda dengan watak manusia, cepat marah ketika sering diminta bantuan.

            Ketika berdo’a kepada Allah, terdapat beberapa etika yang harus diperhatikan :

  1. Berdo’a lah dengan rendah diri dan tidak dengan suara yang keras.

Firman Allah SWT

 

 

 

 

”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

( QS Al A’raaf : 55 )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Firman Allah SWT

 

 

 

 

 

 

 

”Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”

( QS Al A’raaf : 205 ).

 

  1. Jangan hanya berdo’a pada saat susah saja

 

Firman Allah SWT

 

 

 

 

”Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” ( QS Yunus : 12 )

 

  1. Jangan berdo’a disertai dengan menyekutukan sesuatu kepada Allah

 

Firman Allah SWT

 

 

 

”Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” ( QS Al Qashash : 88 )

 

  1. Berdo’a lah dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkannya

 

Dari Abu Hurairah r.a, berkata : Rasulullah SAW bersabda : ” Berdo’a lah kalian kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan do’a dari hati yang lalai lagi tertutup. ” ( HR Tirmidzi; Tuhfatu al-ahwadzi, 1: 45 ).

 

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW bersabda : ” (Do’a) salah seorang diantara kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dan ia berkata : Aku telah berdo’a dan do’a ku itu tidak juga dikabulkan. ” ( HR Tirmdzi Tuhfatu al-Ahwadzi, 9 : 33 )

 

  1. Berdo’a lah pada saat susah maupun senang

 

Dari Abu Hurairah ra, berkata : Rasulullah SAW bersabda : ” Barangsiapa yang suka dikabulkan do’anya diwaktu yang sangat sulit dan susah, maka perbanyaklah berdo’a diwaktu senggang. ”

( HR Tirmidzi; Tuhfatu al-Ahwadzi, 9: 324 )

 

 

 

 

 

 

  1. Jauhilah makanan yang haram untuk dikabulkan do’a

 

Dari Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah SAW bersbada : ” Wahai sekalian manusia ! sesungguhnya Allah itu baik, tidak akan menerima kecuali yang baik dan firman Allah; YAA AYYU-HA AN-NAASU KULUU MIN THAYYIBAATI MAA RAZAQNAAKUM ( Wahai sekalian manusia makanlah dari apa yang baik-baik apa yang telah Kami rizkikan kepada kalian ), kemudian ia menyebut seorang laki-laki yang gembel dan berdebu, ia mengeluarkan tangannya ke langit; Ya Tuhan ! makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia makan dengan yang haram, maka bagaimana mungkin do’anya itu dikabulkan. ” ( HR Muslim, 1 : 406 )

 

Dari hadits di atas pengertian dikabulkan do’a itu tidak berarti selamanya do’a itu dikabulkan sesuai permintaan kita tetapi ada tiga kemungkinan

  1. Do’a itu dikabulkan sesuai dengan permohonan kita
  2. Do’a itu tidak dikabulkan tetapi dijadikan tabungan untuk nanti di hari akhir
  3. Do’a itu tidak dikabulkan tetapi dosa-dosa kita diampuni dengan sebab sering berdo’a kepada Allah

Dengan demikian kita tidak akan merugi dengan sering berdo’a kepada Allah sekalipun menurut ukuran kita do’a kita tidak juga dikabulkan

 

Adapun Jika kita merasa do’a kita tidak juga dikabulkan, maka jangan berprasangka buruk kepada Allah, mengingat ada beberapa kemungkinan :

  1. Do’a kita tidak dikabulkan karena tidak memenuhi persyaratan, bagaimana seharusnya kita berdo’a kepada Allah.
  2. Tidak dikabulkan karena jika dikabulkan sesuai kehendak kita, justru akan membuat kita celaka. Seperti halnya jika seorang anak meminta motor kepada orang tuanya, sekalipun orang tua sayang dan punya uang tetapi tetap tidak mengabulkannya karena anaknya masih di sekolah Dasar, belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Demikian juga orang yang berdo’a untuk memperoleh harta yang banyak, jabatan yang tinggi tetapi tidak juga dikabulkan Allah, maka mungkin saja Allah tidak memberikannya karena kita akan bertambah celaka dengan memiliki harta yang banyak atau jabatan yang tinggi tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan :

 

1.      Berdo’a kepada Allah harus terus menerus setiap saat

 

2.      Etika berdo’a kepada Allah sbb :

-         Berdo’a lah dengan rendah diri dan tidak dengan suara yang keras

-         Jangan hanya berdo’a pada saat susah saja

-         Jangan berdo’a disertai dengan menyekutukan Allah

-         Berdo’a lah dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan

-         Berdo’a lah pada saat susah maupun senang

-         Jauhilah makanan yang haram untuk dikabulkan do’a

 

3    Dua kemungkinan jika do’a tidak dikabulkan :

- Tidak memenuhi persyaratan bagaimana seharusnya kita berdo’a

-  Karena jika dikabulkan sesuai kehendak kita, justru akan membuat kita celaka

Leave a Reply